29/11/12

a temptation to you, me

selamat pagi..
selamat untuk pagi..
yang tak pernah berhenti memagikan semua
termasuk angin yang kugores hari ini, bahkan setiap hari

aku adalah tiang pancang
yang melihat angin angin lewat dan menggoresnya dengan kuku tiap malam
menancap dalam pasir yang tak beragregat
kucoba tulis pada semuanya
terutama pada angin dan pasir


i'm growing so we are
i wish you can achive your goals, faster   

15/11/11

Behind the scene (sungguh di belakang layar)



"Segudang teatrikal retorika alam sadar tak mungkin jatuh lebih dalam"- Ini seperti kudapan mkan malam terang bulan isi rendang, kemudian di bungkus dengan kulit tahu dan masuk ke tenggorokan tanpa mnyentuh lidah, bahkan jika si lidah dilengkapi dengan sensor penangkap gerak. Mengahrukan memang, karena pemilik lidah dan si ingin makan bukan orang yang sama...
Contoh sederhana lainnya adalah ketika kita teriak kata "A" tapi yg keluar adalah bunyi "ku".

29/06/11

Pulpen dari bukit tinta


Assalamu 'alaikum Wr. Wb.
kpda yang membaca dengan secara terang atau dikegelapan dan dibalik punggung org lain..
saya punya cerita yang tidak sesuai dengan syarat tulisan tapi layaklah sebagai syarat bahasa lisan..
suatu kali seorang putra pembuat pulpen terbaik di seluruh negeri mendapat tugas dari ayahnya untuk mengisi tinta pulpen sang raja..
di iyakannya tugas itu dengan bangga dan berlalulah dari ayahnya..
setelah tiga langkah raksasa, si anak menemukan bukit tinta warna merah.. diisilah pulpen raja sampai penuh, lalu ia berjalan menuju rumah...
dijalan ia melihat papan besar dengan tulisan "dilarang" berwarna merah.. tapi tulisan itu pudar.. lalu dilapisinya tulisan itu. Setelah sampai huruf terakhir, habislah tinta yang ada di pulpen tsb... ia teringat pesan ayahnya agar mengisi penuh tinta pada pulpen raja, tidak jauh dari itu ia melihat bukit tinta warna biru.. lalu diisilah pulpen itu sampai penuh..
saat berjalan pulang, kembali ia menemui papan bertuliskan "jangan" berwarna biru dengan warna yg pudar.. kembali ia melapisinya dan tinta habis pada huruf terakhir...
tidak jauh ia melihat bukit tinta warna hitam... diisilah pulpen penuh dengan tinta hitam lalu ia berjalan pulang... ditemui kembali dijalan sebuah papan besar bertuliskan "tidak boleh" berwarna hitam dg warna yg pudar... kembali ia melapisinya dan tintanya habis pada huruf terakhir...
kemudian ia melihat bukit tinta warna kuning.. diisinya pulpen penuh tinta warna kuning lalu berjalanlah kembali ia untuk pulang...
dijalan kembali ia menemui tulisan "andaikan" dengan warna kuning yg pudar, lalu mulailah ia melapisinya...... ia kaget, diam, bisu cukup lama,ternyata pulpen yang digunakan mengeluarkan warna hitam bukan kuning... dg kebingungan diselesaikan tulisannya sampai tintanya habis.. kini tulisan yg sebelumnya berwarna kuning menjadi hitam...
bingung, ia pergi ke bukit tinta warna merah, diisilah pulpen itu lalu dicoba ditangannya dan hasilnya, warnanya hitam bukan merah,
begitu pula yg terjadi pada bukit biru, warna yang dihasilkan hitam, bukan biru...
------------------------------------------------------------------------------------
walau begitu ia tetap mengisinya penuh lalu pulang,
sesampai dirumah diceritakan semua peristiwa yg dialaminya kpd ayahnya...
ayahnya tersenyum... kemudian anaknya itu disuruh mengisi pulpen itu dg tanah tinta yang diinjaknya..tanah tinta yg sama dengan yg ia lalui selama menuju bukit-bukit tinta saat mengisi pulpen.. lalu dicobanya menulis ditangannya... "putih"
------------------------------------------------------------------------------------

11/05/11

Hi, there!

hi, there! do you hear me?
it's hard to say if i don't know whats really happen
just ur omelet punch mine, and that was so sad
once more, i really don't know, i can't understand if i made some mistake before
i just can't understand. sorry
(secret message)

24/03/11

Midas dan bukan tangannya

Indrajit menyusun pasukannya, memacu mental urung pulang sebelum menang
padahal tidak tahu apa yang akan menunggu mereka, mengejutkan tentunya. Antasena berdiri dari kursi jabatannya, memutar keras-keras lagu Real Worldnya The All American Reject, khawatir jika yang dipijaknya adalah mimpi.

Mereka suka berdiri di ketinggian memandang langit lama-lama, menunggu hujan. Berlatih memanah bersama, berkuda bersama. Indrajit ingat, Antasena ingat. Satu yang tidak mereka ingat, mereka pernah punya keyakinan bahwa semua permasalahan pasti ada jalan.

09/12/10

PARA PESOHOR DAN POHON AKASIANYA


kita sudah tua kawan.. atau barangkali hanya kita saja yang merasakannya
entah bagaimana seorang bayi sangat ditunggu umur besarnya, sedangkan ketika sudah berumur enggan menunggu kelaknya... tapi manusia hidup setidaknya memiliki endapan akademik. Jika ada yang tidak setuju artinya struktur logika berpikirnya ada yang ganjal. Endapan akademik seperti yang banyak diungkapakan hanya menjadi sekumpulan benthos-benthos yang kadang ikut naik ke zone pelagik, sebut saja benthos-pelagik atau apalah namanya. Memang semuanya tidak ada hubungannya dengan kongsi dagang di pasar atau rapat ketua RT setempat, bahkan satelit yang mengitari bumi seperti Landsat, IKONOS, QUICKBIRD, Jers, bahkan yang terhebat ASTER pun tak pernah mengambil gambarnya. Jika endapan akademik memang sepenting itu harusnya dilakukan tindakan konservasi sejak dini, entah menggunakan teori USLE, RUSLE, MUSLE dsb. perlu pula diketahui indikator-indikatornya, jika perlu diperhatikan kompetensi dasar dan standar kompetensi seperti halnya menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Setidaknyan endapan akademik tersebut dapat difungsikan pada kondisi yang tepat baik dengan metode kualitatif, kuantitatif, atau penelitian tindakan kelas. Dengan demikian metode memecahkan masalah endapan akademik ini dapat dikatakan memiliki kedudukan yang sama dalam menguraikannya, mungkin dengan membawa makanan khas dari setiap daerah dapat membantu memecahkan masalah endapan akademik ini secara regional /keruangan. "Biar kapok!"

31/03/10

The Dancing Father


Sebagai pengingat, tulisan ini ditulis 7 jam sebelum UTS Geomorfologi Indonesia dan informasi yang lain "kemalesan" semakin hari semakin tumbuh subur. Males menurut FAS (2010) merupakan gejala yang timbul untuk tidak segera menyelesaikan masalah yang sedang dan/atau akan di hadapi. Masalah sendiri menurut dosenku adalah kesenjangan, kesenjangan antara yang seharusnya dengan kenyataan. Namun itu hanya seperti pengucapan "peta bukan peta", atau "sseelamat pagi saudara" yang merupakan infiltrasi dari Horizon A sampai Horizon Z, horizon yang belum lama ini baru ditemukan.

Faktor males dapat datang kapan saja dan dari mana saja, dalam hal ini faktor tersebut dibedakan menjadi faktor eksogen dan faktor endogen. Faktor eksogen datang dari luar tubuh kita, misalnya desa dan kota akan berpengaruh terhadap tingkat kemalesan seseorang. Desa dan kota secara langsung menimbulkan efek 5dimensi kepada tubuh kita. Tubuh kita akan seperti komputer dengan macros dimana-mana, Ctrl+T untuk tidur, Ctrl+K untuk kuliah, Ctrl+N untuk ngopi dan yang lainnya. Macros2 tersebut tidak sengaja akan dipencet oleh siapa saja termasuk masyarakat desa-kota atau teman kita sendiri sehingga secara tidak sadar kita akan menjalankannya.

Faktor endogen datang dari tubuh kita, faktor tersebut dipengaruhi adanya pengangkatan maupun pelipatan yang datang akibat aktivitas-aktivitas dari lempeng2 yang ada di tubuh kita seperti lempeng niat, perasaan, naluri, nafsu, dan lempeng yang lain. Lempeng2 tersebut dapat bergerak kapan saja dan tidak dapat diperkirakan, bisa saja jika ada aktivitas dari lempeng-lempeng tersebut kita akan merasa seperti ada anak kecil di pundak kita. Faktor endogen tidak selalu dapat menimbulkan males karena kita mengontrol sepenuhnya, perbandingannya dengan faktor eksogen adalah 0% :110%.

Dengan demikian males tidak datang karena niat dari pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Kesempatan tersebut muncul karena adanya masalah yang kita terlalu jauh dalam menghipotesisnya, atau kita hanya mengerjakan sampai hipotesis saja tanpa memberikan pembahasan atau kesimpulan. Ini seperti ungkapan salam kepada setiap orang atau memberi nama samaran pada orang lain atau diri kita sendiri. Solusi terbaik saat terjangkit males adalah segera lakukan dan selesaikan masalah tersebut, jangan suka menunda2 kewajiban, buat rencana yang jelas, dan pikirkan sesuatu yang menyenangkan dari sekeliling males itu. Tetapi tindakan mencegah pasti lebih baik daripada mengobati.